Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait arah kiblat sebagai konsekuensi dari pergeseran lempeng bumi. Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/3), MUI menegaskan pergeseran tersebut tak mempengaruhi arah kiblat. Untuk itu, MUI mengingatkan umat Islam agar tak perlu bingung dengan arah kiblat. Terlebih, dengan mengubah bahkan membongkar masjid atau musala agar mengarah ke kiblat.
Konferensi pers tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Drs. H. Nazri Adlani, didampingi Sekretaris MUI Dr. H Amrullah Ahmad, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. KH Ali Mustafa Yaqub, MA, dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Drs. H. Aminudin Yakub, MA.
Diktum Fatwa
Tentang diktum dari fatwa MUI No. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat disebutkan, pertama, tentang ketentuan hukum. Dalam kententuan hukum tersebut disebutkan bahwa: (1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka’bah adalah menghadap ke bangunan Ka’bah (ainul ka’bah). (2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka’bah adalah arah Ka’bah (jihat al-Ka’bah). (3). Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Ka’bah/Mekkah, maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap kea rah barat.
Kedua, rekomendasi. MUI merekomendasikan agar bangunan masjid/mushalla di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap kea rah barat, tidak perlu diubah, dibongkar, dan sebagainya. (ws)
www.mui-online.org
Posted by hm masykuri on November 24, 2010 at 12:01 pm
informasi kegiatan:
dlm rangka peringatan hari AIDS internasional tanggal 1 desember 2010, Jokam Klaten Community akan mengadakan kegiatan turun jalan.
hari/tanggal: rabu, 1 des 2010
jam: 15.30-selesai
titik lokasi: lingkungan alun-alun kota klaten
tempat kumpul: masjid al manshurin, sekarsuli (kotabaru/bramen) klaten
silahkan daftar di no. 0856 4210 1471 untuk bergabung bersama kami dalam aksi peduli pemuda klaten anti AIDS.
amal sholih diinformasikan kpd warga jokam klaten.
alhamdulillah jazza kumullohu khoiro.