Kesehatan Reproduksi – Sering sekali dalam pembicaraan kesehatan kita mendengar kata reproduksi. Apa sebetulnya reproduksi itu?, sepintas pasti ada banyak pertanyaan yang terbesit dalam pikiran kita. Berdasarkan definisi dari Departemen Kesehatan, diketahui bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh serta proses reproduksi.
Di jaman sekarang ini, sudah tidak dapat di pungkiri bahwa kemajuan teknologi dan informasi selalu berkembang setiap detiknya. Berkat kemajuan iptek, orangpun senantiasa menjadi semakin mudah untuk mencari berbagai macam info atau hal- hal yang asing baginya. Tetapi dampak negatif yang di timbulkan tidak sebanding dengan manfaatnya.
Salah satunya masalah pemahaman perkembangan reproduksi. Hal ini sering tidak disadari oleh banyak orang. Mereka harus siap menghadapi proses perkembangan ini. Bila seorang wanita sudah mengalami menarche (haid pertama) sekitar usia 8-12 tahun, itu artinya tubuhnya sudah menghasilkan sel telur. Wanita yang demikian sudah akhil baligh dan akan terjadi perubahan bentuk tubuh (fisik) dan emosi (emosional) yang sangat drastis. Dalam tahapan ini, anak menjadi rentan terhadap pencarian jati diri dan gejolak psychologist. Anak sudah mulai mempunyai “rasa” terhadap lawan jenis, rasa ingin di cintai, ingin populer. Semakin bertambah usia, perkembangan reproduksinya semakin kompleks. Hal ini jika tidak di imbangi dengan perkembangan mental, social ekonomi serta pendidikan yang cukup, anak bisa terjerumus di dalam penyimpangan sex.
Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah orang tua yang enggan menjelaskan pemahaman tentang ‘reproduksi’ dan peran media (film, tayangan TV, media massa, internet), pornografi dan sejenisnya. Hal ini di dorong keingi
ntahuan anak tentang sex yang sangat tinggi. Bila tidak ada sosialisasi yang terarah, bisa fatal akibatnya. Kepedulian semua orang tua untuk menanamkan prinsip dan nilai-nilai pendidikan etika, social dan keagamaan, serta selalu membina anak–anaknya terasa sangat penting untuk bekal perjalanan hidup generasi muda di masa mendatang.
Dalam rangka pembinaan generasi muda tersebut, pengurus Tim Keputrian bekerja sama dengan PPG (Penggerak Pembina Generus) Daerah Klaten Utara pada tanggal 1 Mei 2011 telah mengadakan acara seminar yang bertajuk tentang kesehatan reproduksi wanita. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Masjid Miftahul Jannah, Jambu Kulon ini merupakan salah satu realisasi dari program tim keputrian. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 250 peserta yang terdiri dari remaja putri usia 12 tahun ke atas, dan didamping oleh istri – istri pengurus
PC LDII. Mantan mubalighot tugasan, ibu Wildan Ainun yang menjadi ketua panitia menyatakan antusias remaja putri dan ibu –ibu untuk mengikuti seminar kesehatan ini sangat tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta seminar, apalagi ada berbagai doorprize dan stiker yang dibagikan kepada peserta. “semoga kegiatan seperti ini tidak hanya untuk remaja putri, tetapi juga dalam forum ibu –ibu yang sudah berkeluarga/ menikah pada umumnya” tambah ibu Yatimah yang juga sebagai istri pengurus PC LDII ceper.
Acara seminar tersebut dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB. Dalam sesi pertama pembukaan sebagai perkenalan dari Tim Keputrian. Tim yang terdiri dari 4 orang dan di bantu Tim Diajeng ini mempunyai peran khusus yaitu memperdayakan generus remaja putri pada khususnya agar bisa mempersiapkan diri dalam berumah tangga dengan didasari 3 target keberhasilan generus (berilmu, berakhlakul karimah dan mandiri). Sesi berikutmya 45 menit presentasi materi seminar reproduksi yang dibacakan oleh nara sumber bidang kesehatan yaitu ibu Benis Jayanto, Sp.o. Msc. Beliau adalah salah satu pengurus dari tim keputrian yang
berkecimpung di bidang kesehatan. Sebagai seorang bidan, kata reproduksi mungkin tidak asing baginya, tetapi di luar sana masih banyak remaja bahkan wanita yang sudah menikah masih belum tahu secara detail apa reproduksi itu. Dalam kesempatan itu beliau mengawali dengan kata –kata “ tak kenal maka tak sayang”. Dalam hal ini dijelaskan rasa sayang atau memiliki awalnya harus mengenalnya. Begitu juga tubuh kita, dengan mengenal keistimewaan organ reproduksi, diharapkan kita bisa selalu menjaga, menyayangi dan menerimanya sebagai karunia dari Alloh. Beberapa point yang dikelupas di antaranya perkenalan alat reproduksi wanita, organ reproduksi wanita, siklus reproduksi wanita, serta permasalahan reproduksi wanita (akibat dan dampaknya). Dalam seminar kali ini, materi yang ditekankan tentang seputar menstruasi dan permasalahannya.
“Kegiatan seperti ini, kedepannya perlu ditindaklanjuti sehingga menjadi agenda tahunan sebagai wujud pembinaan yang memadai bagi generasi muda, “tambah Benis. Sementara itu, ibu Ainun menyatakan, “Insya Alloh Tim Keputrian siap menggelar kegiatan ini pada tahun mendatang, tentunya dengan dukungan dan partisipasi serta kerjasama semua pihak.”
Dalam penutupan seminar, Tim Keputrian beserta semua panitia penyelenggara menyampaikan terimakasih pada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara seminar tersebut. Dengan adanya kegiatan seminar ini, diharapkan generasi muda bisa lebih bisa menjaga diri, mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. Dan pada akhirnya, ketika akan memasuki kehidupan berumah tangga, generus ini sudah mempunyai kesiapan fisik, dan mental dalam berbagai resiko yang akan ditempuh.
by shiamp